Sore ini harus keluar rumah karena ada transaksi yang harus dilakukan. Alhamdulillah anak-anak tetap aman di rumah.
Di angkot tak sengaja mendengar percakapan antara penumpang dengan supir. Saya prediksikan si penumpang itu kawan baik si supir karena obrolan mereka yang tak canggung dan terdengar akrab.
Penumpang : "Hayang apal nu kumaha beungeutna si Corona téh, méni rame Corona Corona weh"
Supir : "Heueuh, abdi ge di titah maké masker. Ahh hoream areungap teuing. Keun weh da nu ngarana geuring mah geus tidituna."
Ya walaupun di Garut masih terbilang aman, tetap saja jumlah PDP dan ODP semakin meningkat. Saya pribadi sepanjang perjalanan pergi dan pulang ke rumah tak henti berdoa semoga wabah ini segera berakhir. Masyarakat pada umumnya tidak menyikapi wabah dengan serius, entah mungkin karena wabah seperti ini tidak kasat mata. Seolah aman. Di jalanan juga masih tetap ramai orang berjualan, apalagi melihat tukang gorengan yang membuat lidah berdecak. Ahh, kuhempaskan saja untuk tidak tergoda. Hehe
Dalam menghadapi wabah kita harus banyak bersabar. Mendengar keluhan si cikal yang sudah ingin kembali ke pondok, karena belajar di rumah terasa kurang fokus. Setor hafalan via VC kadang loading. Pokonya berasa beda. Saya jelaskan, begitulah perjuangan ketika kita menghadapi wabah, banyak sabar. Bahkan yang meninggal dunia di waktu wabah dinilai syahid. Enggak ada enaknya, harus diam di rumah, enggak bisa jalan-jalan, silaturahmi ke sodara, perasaan was-was, harus jaga kesehatan dan yang lainnya. Alhamdulillah setelah mendengar penjelasan, dia terlihat rasa lega dan menerima.
Begitupun adik-adiknya, belajar memanfaatkan waktu semasa libur (home learning), tetap bergembira dan konsisten mengerjakan tugas. Semua tidak mudah, tapi kita bisa. Bersama kita menghadapi wabah ini dan terus berdoa agar wabah segera berakhir sebelum Ramadhan tiba. Kita rindu beribadah dengan tenang, bersilaturahmi dan belajar dengan fokus. Semoga Allah melindungi kita semua.
Aamiin yaa rabbal'alamiin 🤲😇💖
0 Response to "Percakapan Penumpang Dan Sopir Angkot Perihal Wabah Corona"
Post a Comment